RSS

Zat Perasa Makanan

Aspartam Si Pemanis

Saat ini di pasaran banyak dijual jenis zat-zat pemanis makanan dan minuman pengganti gula. Nah, salah satu pemanis yang beberapa waktu sempat membuat heboh adalah aspartam. Pemanis buatan ini dituduh sebagai pemicu kanker serta beberapa penyakit seram lain. Benarkah aspartam sangat berbahaya bagi tubuh? Jika berbahaya mengapa masih banyak dijumpai pada produk makanan yang sehari-hari kita konsumsi?

Aspartam adalah

Dibanding sakarin (saccharin), aspartam adalah pemanis buatan yang paling laris digunakan saat ini. Aspartam adalah senyawa yang dibuat dengan menggabungkan 2 buah asam amino, yaitu fenilalanin dan asam aspartat dengan derajat kemanisan sekitar 160 sampai 200 kali gula pasir dan hampir tidak mengandung kalori.

Saat ini aspartam dijual dalam berbagai bentuk, seperti cair, butiran, enkapsulasi dan juga tepung. Aspartam dalam enkapsulasi bersifat tahan panas sehingga dapat digunakan untuk produk-produk yang memerlukan suhu tinggi dalam pembuatannya.

Amankah?

Tahun 1981, aspartam mendapat persetujuan dari FDA untuk digunakan pada beberapa jenis makanan. Untuk mendapat persetujuan ini, tentu banyak penelitian ilmiah yang harus ditinjau terlebih dahulu. Setelah dinyatakan aman untuk dikonsumsi, barulah FDA mau menyetujuinya. FDA telah melakukan evaluasi terhadap pemakaian aspartam dalam makanan dan minuman sebanyak 26 kali sejak pertama kali menyetujui penggunaannya. Dengan bukti-bukti ilmiah yang ada, maka sejak tahun 1996, FDA menyetujui penggunaan aspartam sebagai pemanis yang dapat digunakan dalam semua makanan dan minuman.

Sampai saat ini lebih dari 100 penelitian telah dilakukan sejak tahun 1981 silam. Hasilnya, FDA tetap tidak merubah pendapatnya. Aspartam kini telah disetujui penggunaannya di lebih dari 100 negara termasuk Indonesia. Itu sebabnya, Aspartam telah dinyatakan aman digunakan baik untuk penderita kencing manis, ibu hamil, ibu menyusui bahkan anak-anak. Aspartam juga tidak terbukti sebagai penyebab sakit kepala, gangguan penglihatan, meningkatkan berat badan, kejang, alzheimer, gangguan janin, lupus, sklerosis multipel maupun kanker otak.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2011 in Uncategorized

 

Cake Kukus Jagung Manis

 

1. Pendahuluan

A.    Latar Belakang

Kue kukus jagung manis adalah salah satu produk makanan hasil olahan pertanian dari jagung manis dengan bahan dasar tepung terigu yang diolah dengan prinsip fermentasi.

Ditinjau dari aspek teknis proses pengolahannya kue kukus jagung manis dapat dilakukan dengan mudah dan menggunakan alat-alat sederhana. Disamping itu teknik pengolahan kue ini tidak begitu rumit atau bisa dikatakan sederhana.

Ditinjau dari aspek ekonomis, pengolahan kue kukus jagung manis dalam mendapatkan bahan baku tidaklah sulit karena menggunakan bahan dasar tepung dan proses pemasarannya marketable.

Ditinjau dari aspek sosial , produk ini dapat dikonsumsi oleh semua konsumen dari anak-anak,arang dewasa,orang tua hingga lansia,karena produk ini mempunyai tekstur yang lembut dan harga yang terjangkau,sehingga masyarakat ekonomi lemahpun dapat menikmati produk ini.

Beberapa kandungan gizi/100 gram dari jagung manis:

  • Kalori                          :3,5      kalori
  • Protein                         :9,2      gr
  • Lemak                         :3,9      gr
  • Karbohidrat                 :73,3    gr
  • Kalsium                       :10       mg
  • Fosfor                          :256     mg
  • Vitamin A                   :510     mg
  • Vitamin B1                 :0,38    mg
  • Air                               :12       gr

B.     Tujuan

Adapun tujuan yang ingi dicapai dari usaha ini adalah:

  • Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh selama pendidikan
  • Mampu menerapkan jiwa kewirausahaan
  • Menganekaragamkan produk yang ada dipasaran
  • Mengembangkan produk baru

C.     Keunggulan dan fungsi produk

Produk cake kukus jagung manis ini keunggulannya adalah produk ini sangat lembut dan manis,selain itu dengan adanya penambahan jagung manis sehingga konsumen merasa tidak bosan dengan inovasi produk baru ini .

Cake kukus jagung manis berfungsi sebagai sumber energy karena berbahan dasar tepung terigu. Selain itu adalah sumber gizi bagi tubuh karena adanya jagung manis.

2. Pelaksanan

A.    Waktu dan pelaksanaan

  • Waktu pelaksanaan

Usaha agroindustri pengolahan cake kukus jagung manis ini akan dilaksanakan pada bulan april.

  • Tempat pelaksanan

Proses produksi akan dilaksanakan dilaboratorium PHP 3 dan PHP 4 SMK  Negeri 1 Temanggung.

B.     Target yang ingin dicapai

Target yang ingin dicapai adalah 10 kg per hari.

C.     Proses Pengolahan

1.      Alat

  • Kompor
  • Soblok
  • Panic
  • Kain saring
  • Cetakan
  • Sendok
  • Gelas ukur
  • Pisau
  • Lap

2.      Bahan

  • Gula pasir
  • Gula jawa
  • Tepung terigu
  • Jagung manis pipil
  • Soda kue
  • Air
  • Telur
  • Ragi instan
  • Minyak goreng

3.      Cara membuat

1.      Siapkan cetakan bolu kukus alasi dengan kertas cup,sisihkan

2.      Masak gula pasir dan gula merah sampai mendidih ,dinginkan kemudian saring

3.      Tepung terigu dicampur dengan larutan gula,aduk rata

4.      Tambahkan soda kue, ragi instan dan telur,aduk rata

5.      Masukkan minyak goreng ,aduk kemudian masukkan jagung manis pipil,aduk hingga tercampur

6.      Tuangkan dalam cetakan

7.      Kukus selama 15 menit angkat dan dinginkan

D.    Spesifikasi produk

1.      Sifat /jenis produk

Tekstur                  :lembut  dan halus

Rasa                      :manis,khas bolu kukus

Aroma                   :khas bolu kukus jagung

Warna                    :putih kecoklatan

Kenampakan         :seragam,menarik

2.      Bentuk produk

Bentuk dari cake kukus jagung manis adalah berbentuk bulat seperti bolu kukus yang biasa dijumpai,seragam dan juga menarik.

E.     Pengendalian mutu produk

1.      Raw material

Pengendalian/pengawasan mutu bahan cake kukus jagung manis baik bahan baku dan bahan bantu,dilakukan terhadap jagunng manis baik bahan baku dan bahan bantu, dilakukan terhadap jagung manis,tepung terigu,gula pasir,gula merah,minyak goring,telur,ragi instan dan soda kue. Semua bahan tersebut tentunya berkualitas.

2.      Processing

Pengendalian dan pengawasan mutu selama proses, meliputi :

a.       Pemasakan

Khususnya gula pasir dan gula merah dimasak setelah air benar-benar mendidih,untuk mencegah karamelisasi pada saat pemasakan yang pada akhirnya mempengaruhi produk yaitu warna produk akan coklat dan juga dilakukan pengadukan secara continue.

b.      Pencampuran

Pada proses pencampuran,bahan dimasukan secara berurutan sesuai tahapan proses dan di aduk setiap penambahan bahan. Pastikan semua bahan tercampur merata.

c.       Pencetakan

Pada proses pencetakan,pemasukan adonan kedalam cetakan dilakukan penimbangan supaya produk yang dihasilkan seragam sehingga dapat menarik konsumen.

 

 

d.      Pengukusan

Pengukusan dilakukan secara teliti.Suhu dan waktu harus tepat untuk memperoleh produk yang di inginkan.

e.       Pengemasan

Pengemasan dilakukan setelah produk dingin untuk mengurangi kelembaban produk.

3.      Finish Bood

Pengendalian dan pengawasan mutu terhadap hasil akhir yaitu cake kukus jagung manis yang dihasilkan berwarna putih,seragam,sesuai dengan karakteristik/spesifikasi produk. Produk dikemas dalam kardus dan dilakukan pelabelan secara rapi dan menarik.

F.      Penanganan Limbah

Limbah Cair :

a.       Sisa cucian bahan : dibuang lewat saluran dan di tamping dalam tampungan tertutup.

b.      Sisa cucian alat : dibuang lewat saluran dan di tamping dalam tampungan tertutup.

G.    Pemasaran

a.       Pangsa Pasar

Produk kan dipasarkan di daerah temanggung dan sekitarnya.

b.      Strategi Pasar

Produk akan dipasarkan dengan cara disetor ke warung-warung dan juga di jual langsung ke konsumen.

c.       Jaminan Pasar

Produk ini dapat di konsumsi mulai dari anak-anak sampai orang tua,dan oleh semua golongan masyarakat karena harganya yang terjangkau

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 2, 2011 in Uncategorized

 

Jawaban Tugas

1. Komoditas perusahaan tempat PI:

  • Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Tahun 1998 diterapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9002/1994 dan sejak tahun 2003 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001/2000 mulai dikembangkan.
Diproduksi dengan merk Aguaria dan Sega dalam bentuk kemasan cup( gelas ), botol, dan galon. Kemasan cup dibuat dengan 2 merk yaitu Sega dengan volume 220 ml dan Aguaria dengan volume 240 ml. Kemasan botol diproduksi dengan 3 ukuran, yaitu 330 ml, 600 ml, dan 1500 ml yang dilengkapi dengan hanger sebagai ciri keistimewaannya. Terdapat pula galon yang berisi 19 liter.

  • Teh Botol

Teh botol dengan merk Indoteh Crown dikemas dalam botol kaca dengan volume 220 ml. Teh ini sudah disterilisasi dan siap dikonsumsi. Sekarang ini sudah dikembangkan dan dan diproduksi teh hijau rasa buah dengan merk Indoteh Fruit dengan volume 215 ml dengan berbagai variasi rasa yaitu jambu biji, blackcurrant, apel, belimbing, dan lemon.

  • Teh Gelas

Teh hijau beraroma melati ini diproduksi dengan merk Fast Tea. Fast Tea ini dikemas dalam cup dengan volume 200 ml. Teh ini sudah di sterilisasi dan siap dikonsumsi.

  • Sega Fruit

Merupakan minuman dalam kemasan cup dengan berbagai macam rasa buah diantarannya strawberry, fruit punch, dan orange

2. Penanganan QC
Penanganan produk

  • Internal

Penanganan produk dilakukan secara rutin meliputi bahan baku,bahan penolong,in proses,dan produk jadi serta penangganan pasca jual.

  • External (penanganan komplain)

Dilakukan kunjungan,pemberian informasi tentang produk,penggantian produk yang dikomplain sesuai kesepakatan,CCS (Custamers Care Cervice) atau surve pasar.

3. Penanganan limbah
Dengan pendirian IPAL (instalasi pengolahan air limbah)

4. System Pemasaran Produk/Jasa
Mendirikan jaringan marketing di beberapa kota di Indonesia dan juga agen-agen.
System :pemasaran lansung ke agen,ritel/supermarket dsb.

5. Pola Kerjasama
Melakukan kerjasama dengan perusahaan lain dengan komoditas yang sama dengan system maklun,dimana prinsipal selaku perusahaan besar memberikan sebagian pekerjaannya kepada usaha yang, berskala kecil (subkontraktor) untuk dikerjakan. Hubungan ini bersifat informal karena prinsipal memberikan order tanpa ada suatu perjanjian secara tertulis dari kedua belah pihak, selain itu prinsipal juga memberikan modal produksi, bahan baku, dan memberikan kemudahan kredit mesin (peralatan sebagai alat produksi).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 18, 2011 in Uncategorized

 

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

Salah satu dari beberapa teknik pengawetan pangan adalah memberikan bahan tambahan pangan (BTP) untuk pengawetan, hal ini dilakukan dengan menambahkan suatu bahan kimia tertentu dengan jumlah tertentu yang diketahui memiliki efek mengawetkan dan aman untuk dikonsumsi manusia. Jenis dan jumlah pengawet yang diijinkanuntuk digunakan telah dikaji keamanannya.

BTP digunakan dalam pangan setidaknya mempunyai lima alasan utama, yaitu:
•Untuk mempertahankan konsistensi produk.
•Untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi.
•Untuk mempertahankan kelezatan dan kesehatan
•Mengembangkan atau mengatur keasaman/kebasaan pangan.
•Untuk menguatkan rasa atau warna yang diinginkan.

Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan pengawet
Pengawetan pangan disamping berarti penyimpanan juga memiliki 2 (dua) maksud yaitu :
1.menghambat pembusukan dan
2.menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin.

Penggunaan pengawet dalam produk pangan dalam prakteknya berperan sebagai antimikroba atau antioksidan atau keduanya. Jamur, bakteri dan enzim selain penyebab pembusukan pangan juga dapat menyebabkan orang menjadi sakit, untuk itu perlu dihambat pertumbuhan maupun aktivitasnya.

Peran sebagai antioksidan akan mencegah produk pangan dari ketengikan, pencoklatan, dan perkembangan noda hitam. Antioksidan menekan reaksi yang terjadi saat pangan menyatu dengan oksigen, adanya sinar, panas, dan beberapa logam..

1.Garam atau NaCl
Telah berabad lampau digunakan hingga saat ini sebagai bahan pengawet terutama untuk daging dan ikan. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan dan mengikat air bebasnya, sehingga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. Produk pangan hasil pengawetan dengan garam dapat memiliki daya simpan beberapa minggu hingga bulan dibandingkan produk segarnya yang hanya tahan disimpan selama beberapa jam atau hari pada kondisi lingkungan luar. Ikan pindang, ikan asin, telur asin dan sebagainya merupakan contoh produk pangan yang diawetkan dengan garam.

2.Gula atau sukrosa
Gula atau sukrosa merupakan karbohidrat berasa manis yang sering pula digunakan sebagai bahan pengawet khususnya komoditas yang telah mengalami perlakuan panas. Perendaman dalam larutan gula secara bertahap pada konsentrasi yang semakin tinggi merupakan salah satu cara pengawetan pangan dengan gula. Gula seperti halnya garam juga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. Dendeng, manisan basah dan atau buah kering merupakan contoh produk awet yang banyak dijual di pasaran bebas.

3.Cuka buah atau vinegar
Merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengawetkan daging, asyuran maupun buah-buahan. Acar timun, acar bawang putih, acar kubis (kimchee) merupakan produk pangan yang diawetkan dengan penambahan asam atau cuka buah atau vinegar.

Data pengaturan bahan pengawet dari Codex Alimetarius Commission (CAC), USA (CFR), Australia dan New Zealand (FSANZ) tercatat 58 jenis bahan pengawet yang dapat digunakan dalam produk pangan. Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 722 tahun 1988 telah mengatur sebanyak 26 jenis bahan pengawet

Mencermati kemungkinan gangguan kesehatan, maka FDA mensyaratkan kepada produsen pangan untuk membuktikan bahwa pengawet yang digunakan aman bagi konsumen dengan mempertimbangkan :
-Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada konsumen sebagai akibat mengkonsumsi produk pangan yang bersangkutan.
-Pengaruh komulatif bahan pengawet dalam diet.
-Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika tertelan oleh manusia atau binatang.

Hal-hal penting dalam menggunakan bahan tambahan pangan pengawet adalah :
-Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI.
-Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label.
-Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada ablel.
-Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang menggunakan bahan pengawet.

http://smk3ae.wordpress.com/2008/10/16/
mengenal-bahan-kimia-pengawet-makanan-dan-bahan-tambahan-pangan/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 20, 2010 in Uncategorized

 

Pengalengan Ikan

Pengalengan didefinisikan sebagai suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah, yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen (penyebab penyakit) dan pembusuk. Pengalengan secara hermetis memungkinkan makanan dapat terhindar dan kebusukan perubahan kadar air, kerusakan akibat oksidasi, atau perubahan cita rasa.
Namun, karena dalam pengalengan makanan digunakan sterilisasi komersial (bukan sterilisasi mutlak), mungkin saja masih terdapat spora atau mikroba lain (terutama yang bersifat tahan terhadap panas) yang dapat merusak isi apabila kondisinya memungkinkan. Itulah sebabnya makanan dalam kaleng harus disimpan pada kondisi yang sesuai, segera setelah proses pengalengan selesai.
Dalam industri pengalengan makanan, yang diterapkan adalah sterilisasi komersial (commercial sterility). Artinya, walaupun produk tersebut tidak 100 persen steril, tetap cukup bebas dari bakteri pembusuk dan patogen (penyebab penyakit), sehingga tahan untuk disimpan selama satu tahun atau lebih dalam keadaan yang masih layak untuk dikonsumsi.

Keuntungan Pengalengan
Tahapan itu, meliputi pemilihan bahan baku, penyiangan, pencucian, penggaraman, pengisian bahan baku, pemasakan awal (precooking), penirisan, pengisian medium pengalengan, penghampaan udara, penutupan kaleng, pemasakan (retorting), pendinginan, dan pemberian label.Pada prinsipnya hampir semua produk asal laut dapat dikalengkan, seperti teripang, cumi-cumi, kerang, kepiting, ubur-ubur, udang, berbagai jenis ikan, dan sebagainya. Hanya saja, pada umumnya ikanlah yang paling banyak dikalengkan. Beberapa jenis ikan yang biasa dikalengkan adalah cakalang, tuna, lemuru, sardin, salmon, kembung, banyar, kenyar, bengkunis, corengan, tembang, layang, bentong, dan juhi.
Keuntungan utama penggunaan kaleng sebagai wadah bahan pangan adalah:
1.Kaleng dapat menjaga bahan pangan yang ada di dalamnya. Makanan yang ada di dalam wadah yang tertutup secara hermetis dapat dijaga terhadap kontaminasi oleh mikroba, serangga, atau bahan asing lain yang mungkin dapat menyebabkan kebusukan atau penyimpangan penampakan dan cita rasanya.
2.Kaleng dapat juga menjaga bahan pangan terhadap perubahan kadar air yang tidak diinginkan.
3.Kaleng dapat menjaga bahan pangan terhadap penyerapan oksigen, gas-gas lain, bau-bauan, dan partikel-partikel radioaktif yang terdapat di atmosfer.
4.Untuk bahan pangan berwarna yang peka terhadap reaksi fotokimia, kaleng dapat menjaga terhadap cahaya.
Di antara bakteri-bakteri yang berhubungan dengan pengalengan ikan, Clostridium botulinum adalah yang paling berbahaya. Bakteri tersebut dapat menghasilkan racun botulin dan membentuk spora yang tahan panas. Pemanasan selama empat menit pada suhu 120 derajat C atau 10 menit pada suhu 115 derajat C sudah cukup untuk membunuh semua strain C. botulinum (A-C). Karena sifatnya yang tahan panas, jika proses pengalengan dilakukan secara tidak benar, bakteri tersebut dapat aktif kembali selama penyimpanan.
Dalam proses biasanya dilakukan penambahan medium pengalengan. Di Indonesia, dikenal tiga macam medium pengalengan, yaitu larutan garam (brine), minyak atau minyak yang ditambah dengan cabai dan bumbu lainnya, serta saus tomat. Penambahan medium bertujuan untuk memberikan penampilan dan rasa yang spesifik pada produk akhir, sebagai media pengantar panas sehingga memperpendek waktu proses, mendapatkan derajat keasaman yang lebih tinggi, dan mengurangi terjadinya karat pada bagian dalam kaleng.
Apabila menginginkan produk yang siap olah, pilihlah yang bermedia saus tomat. Bila ingin mengolah produk dalam kaleng lebih lanjut, produk berlarutan garam atau minyak nabati dapat dipilih.

Daya Tahan Simpan
Umur simpan makanan dalam kaleng sangat bervariasi tergantung pada jenis bahan pangan, wadah, proses pengalengan yang dilakukan, dan kondisi tempat penyimpanan.
Jika proses pengolahan dan penyimpanan dilakukan dengan baik, makanan dalam kaleng umumnya awet sampai jangka waktu dua tahun. Beberapa hal yang menyebabkan awetnya ikan dalam kaleng adalah:
1. Ikan yang digunakan telah melewati tahap seleksi, sehingga mutu dan kesegarannya dijamin masih baik.
2. Ikan tersebut telah melalui proses penyiangan, sehingga terhindar
dari sumber mikroba kontaminan, yaitu yang terdapat pada isi perut
dan insang.
3. Pemanasan telah cukup untuk membunuh mikroba pembusuk dan penyebab penyakit.
4. Ikan termasuk ke dalam makanan golongan berasam rendah, yaitu
mempunyai kisaran pH 5,6 – 6,5. Adanya medium pengalengan dapat
meningkatkan derajat keasaman (menurunkan pH), sehingga produk
dalam kaleng menjadi awet. Pada tingkat keasaman yang tinggi (di
bawab pH 4,6), Clostridium botulinum tidak dapat tumbuh.
5.Penutupan kaleng dilakukan secara rapat hermetis, yaitu rapat
sempurna sehingga tidak dapat dilalui oleh gas, mikroba, udara, uap
air, dan kontaminan lainnya. Dengan demikian, produk dalam kaleng
menjadi lebih awet.
Satu hal yang harus diingat adalah bahwa pemanasan tidak dapat membunuh semua mikroba, khususnya thermofilik (tahan terhadap panas). Mikroba tahan panas tersebut tidak akan tumbuh pada kondisi penyimpanan yang normal. Apabila penyimpanan dilakukan pada ruang yang bersuhu cukup tinggi atau terkena cahaya matahari langsung, mikroba tahan panas tersebut akan aktif kembali dan merusak produk.
Penyimpanan produk harus dilakukan pada suhu yang cukup rendah, seperti pada suhu kamar normal dengan kelembaban rendah. Akan menjadi lebih baik lagi bila disimpan pada lemari pendingin.
Kondisi penyimpanan sangat berpengaruh terhadap mutu ikan dalam kaleng. Suhu yang terlalu tinggi dapat meningkatkan kerusakan cita rasa, warna, tekstur, dan vitamin yang dikandung oleh bahan akibat terjadinya reaksi-reaksi kimia.
Karena itu, makanan kaleng sebaiknya tetap disimpan dalam ruang bersuhu rendah (di bawah 10 derajat Celcius) untuk mencegah kerusakan dan pembusukan. Simpanlah produk pada kelembaban rendah untuk mencegah karat pada bagian luar kaleng dan tumbuhnya jamur. Jauhkan produk dari terpaan cahaya matahari langsung. (Prof. DR. Ir. Made Astawan, MS, Guru Besar Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB)

Sumber: Kompas, 20 Maret 2003
http://www.kompas.com/kesehatan/news/0303/20/232600.htm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 31, 2010 in Uncategorized

 

Sarden ABC

ABC Sarden

Ikan Sardines ABC tetap kaya gizi dan aman untuk dikonsumsi.
Ikan Kaleng Sardines dipacking secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah, yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen (penyebab penyakit) dan pembusuk (pada suhu 117-119oC, selama 90-110 menit). Pengalengan secara hermetis memungkinkan makanan dapat terhindar dan kebusukan, perubahan kadar air, kerusakan akibat oksidasi, atau perubahan cita rasa.

Daya Tahan Simpan
Umur simpan makanan dalam kaleng sangat bervariasi tergantung pada jenis bahan pangan, wadah, proses pengalengan yang dilakukan, dan kondisi tempat penyimpanan.

Jika proses pengolahan dan penyimpanan dilakukan dengan baik, makanan dalam kaleng umumnya awet sampai jangka waktu dua tahun. Beberapa hal yang menyebabkan awetnya ikan dalam kaleng adalah:

* Ikan yang digunakan telah melwati tahap seleksi, sehingga mutu dan kesegarannya dijamin masih baik.
* Ikan tersebut telah melalui proses penyiangan, sehingga terhindar dari sumber mikroba kontaminan, yaitu yang terdapat pada isi perut dan insang.
* Pemanasan telah cukup untuk membunuh mikroba pembusuk dan Penyebab penyakit.
* Penutupan kaleng dilakukan secara rapat hermetis, yaitu rapat sempurna sehingga tidak dapat dilalui oleh gas, mikroba, udara, uap air, dan kontaminan lainnya. Dengan demikian, produk dalam kaleng menjadi lebih awet.

Penyimpanan produk harus dilakukan pada suhu yang cukup rendah, seperti pada suhu kamar normal dengan kelembaban rendah. Akan menjadi lebih baik lagi bila disimpan pada lemari pendingin. Untuk menjaga mencegah kerusakan cita rasa, warna, tekstur, dan vitamin yang dikandung oleh ikan Sardines.
Keunggulan Sarden ABC

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2010 in Uncategorized

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 9, 2010 in Uncategorized