RSS

Jawaban Tugas

18 Jan

1. Komoditas perusahaan tempat PI:

  • Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Tahun 1998 diterapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9002/1994 dan sejak tahun 2003 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001/2000 mulai dikembangkan.
Diproduksi dengan merk Aguaria dan Sega dalam bentuk kemasan cup( gelas ), botol, dan galon. Kemasan cup dibuat dengan 2 merk yaitu Sega dengan volume 220 ml dan Aguaria dengan volume 240 ml. Kemasan botol diproduksi dengan 3 ukuran, yaitu 330 ml, 600 ml, dan 1500 ml yang dilengkapi dengan hanger sebagai ciri keistimewaannya. Terdapat pula galon yang berisi 19 liter.

  • Teh Botol

Teh botol dengan merk Indoteh Crown dikemas dalam botol kaca dengan volume 220 ml. Teh ini sudah disterilisasi dan siap dikonsumsi. Sekarang ini sudah dikembangkan dan dan diproduksi teh hijau rasa buah dengan merk Indoteh Fruit dengan volume 215 ml dengan berbagai variasi rasa yaitu jambu biji, blackcurrant, apel, belimbing, dan lemon.

  • Teh Gelas

Teh hijau beraroma melati ini diproduksi dengan merk Fast Tea. Fast Tea ini dikemas dalam cup dengan volume 200 ml. Teh ini sudah di sterilisasi dan siap dikonsumsi.

  • Sega Fruit

Merupakan minuman dalam kemasan cup dengan berbagai macam rasa buah diantarannya strawberry, fruit punch, dan orange

2. Penanganan QC
Penanganan produk

  • Internal

Penanganan produk dilakukan secara rutin meliputi bahan baku,bahan penolong,in proses,dan produk jadi serta penangganan pasca jual.

  • External (penanganan komplain)

Dilakukan kunjungan,pemberian informasi tentang produk,penggantian produk yang dikomplain sesuai kesepakatan,CCS (Custamers Care Cervice) atau surve pasar.

3. Penanganan limbah
Dengan pendirian IPAL (instalasi pengolahan air limbah)

4. System Pemasaran Produk/Jasa
Mendirikan jaringan marketing di beberapa kota di Indonesia dan juga agen-agen.
System :pemasaran lansung ke agen,ritel/supermarket dsb.

5. Pola Kerjasama
Melakukan kerjasama dengan perusahaan lain dengan komoditas yang sama dengan system maklun,dimana prinsipal selaku perusahaan besar memberikan sebagian pekerjaannya kepada usaha yang, berskala kecil (subkontraktor) untuk dikerjakan. Hubungan ini bersifat informal karena prinsipal memberikan order tanpa ada suatu perjanjian secara tertulis dari kedua belah pihak, selain itu prinsipal juga memberikan modal produksi, bahan baku, dan memberikan kemudahan kredit mesin (peralatan sebagai alat produksi).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 18, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: